Berita / Akademik

Prodi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Motivasi Mahasiswa Lewat Seminar Bertema Membumikan al-Qur'an di Era Modern

Raja Ritonga, M.Sy (Koord. Humas) - 04 Juli 2022


Panyabungan - 04 Juli 2022. Prodi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir (IAT) sukses menggelar semninar Ilmu al-Qur'an dan Tafsir. Seminar kali ini mengusung tema "Membumikan al-Qur'an di Era Modern". Kegiatan diadakan di Aula Gedung Baru STAIN Madina, Sabtu (2/7).

Pada kesempatan kali ini Prodi IAT mengundang pakar al-Qur'an dan tafsir dari berbagai latar belakang. Diantaranya, Dr. Muhammad Taifik, M.Ag, dosen UIN Bukittinggi sekaligus peneliti dan penulis yang telah menerbitkan banyak buku seputar ilmu al-Qur'an. Kemudian H. Alwisyah Dalimunte, S.I.Q., Imam besar Masjid Agung Kota Panyabungan yang memiliki segudang prestasi di bidang Musabaqah Tilawah al-Qur'an baik tingkat Nasional maupun Internasional.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAIN Madina, Dr. Irma Suryani Siregar, M.Pd membuka seminar secara resmi. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, Prodi IAT merupakan ruh STAIN Madina, dimana sumber dari segala sumber pendidikan Islam berasal dari al-Qur'an. Mahasiswa yang masuk dalam Prodi ini merupakan orang-orang pilihan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas mahasiswa Prodi IAT adalah bagian penting demi kemajuan STAIN Madina. "kita perlu memajukan keilmuan seputar al-Qur'an dan tafsir. Dan ini harus diaplikasikan di tengah masyarakat. Seminar kali ini merupakan pondasi bagi mahasiswa sekalian untuk kembali mengajak masyarakat kepada al-Qur'an." Ucap Dr. Irma.

Amiruddin, M.Th, ketua Prodi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tindak lanjut dalam menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur'an. Dimana para mahasiswa Prodi IAT punya tanggung jawab berperan aktif dalam membumikan al-Qur'an di tengah masyarakat. "kita sekarang mempunyai tantangan berat dalam mengajak masyarakat khususnya pemuda saat ini untuk dekat dengan al-Qur'an. Era digital menjadi dilema tersendiri bagi kita, android menjadi dua mata pisau yang dapat mendekatkan dan menjauhkan para generasi Z kepada al-Qur'an." Tutur Amiruddin.

Untuk menjawab tantangan itu, seminar kali ini dihadirkan sebagai amunisi bagi mahasiswa. Dimana hal tersebut dikupas oleh pemateri pertama Dr. Muhammad Taufiq. Dalam materinya beliau membahas seputar bagaimana syarat-syarat untuk membumikan al-Qur'an. Beliau mengatakan bahwa posisi al-Qur'an sangat tinggi daripada akal. "jangan memaksakan al-Qur'an agar sesuai dengan pola kehidupan masyarakat pada umumnya, sebaliknya kehidupanlah yang harus sesuai dengan al-Qur'an." Ungkap Dr. Muhammad Taifiq.

Secara eksklusif beliau juga memaparkan seputar digitalisasi al-Qur'an. Menurutnya, perkembangan ini perlu disambut dengan penanganan khusus. "Untuk itu, generasi ini harus mampu mengajak orang lain agar terus bersama al-Qur'an." Lanjutnya.

Pada materi kedua, H Alwisyah Dalimunte mengatakan, al-Qur'an Allah mudahkan bagi orang-orang yang mau mempelajarinya. "Pertanyaannya, apakah kita sudah sepenuh hati dalam mempelajari al-Qur'an?" tanya H. Alwusyah. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa untuk terus giat mempelajari al-Qur'an lewat Prodi IAT. Selanjutnya, beliau berbicara tentang banyaknya proses yang harus dilalui untuk mempembelajari al-Qur'an. "bahkan cara membacanya saja membutuhkan keilmuan khusus tentang itu," tandas H. Alwisyah.

Dalam materinya, beliau juga berbagi pengalaman seputar dunia Musabaqah. Lewat prestasi yang telah diraihnya, mahasiswa memperoleh banyak bimbingan.

Seminar yang dipandu oleh dosen IAT, Nugraha Andri Afriza, M.Ag ini berlangsung semarak. Banyaknya pertanyaan yang muncul dalam sesi diskusi menambah hangatnya suasana seminar. Foto bersama menjadi penutup kemeriahan acara.

Sebagai Informasi, acara ini diikuti oleh mahasiswa STAIN Madina dari bermacam-macam Prodi , dosen Ilmu al-Qur'an dan Tafsir dan dosen Ilmu Hadits.

Ayo Semangat! STAIN Madina Menuju IAIN. (Tim Humas)

Share To :